(gambar ini saya ambil 2019 lalu saat menikmati udara berpolusi-nya Indonesia)
Menangis lalu tertawa
Meringis lalu menata
Belajar banyak bertanya
Menurut tanpa membantah
Mereka hanya bisa mengais dan menunggu
Sampai merasa cukup untuk ditanami
Merawat sambil bernyanyi
Lalu terdiam dan terus mengabdi
Biar kuperkenalkan, kawan
Yang lebih dari sepetak tanah
Ditumbuhi sepulau pohon
Tapi yang tinggal hanya sebatang panah
INDONESIA-ku
Dimana yurisdiksi banyak ditunggangi kepentingan
Mari kembali kemasa 7 tahun sebelum hari ini
Dimana sebuah kasus yang menyeret banyak anak seper-umuran
Korban yang bersalah dan pelaku tak mau menunduk pasrah
Indonesia-ku sungguh lucu bukan
Tetaplah menikmati hidup sebagaimana mestinya
Bermain dan menertawakan banyak hal
Menangislah jika sakit
Jangan ditahan!
Siapa yang menangis hari ini
Karna kasarnya tangan menyentil hati
Ialah mereka yang akan membangun
Indonesia dengan permukaan yang lebih halus
