Pada awalnya banyak yang tidak percaya dan mengira bahwa ini hanya sekedar wacana belaka setelah pesta demokrasi pemilu 2019 ternyata berita tentang pemindahan ibu kota ini memang benar adanya. Hal ini di buktikan dengan perkataan bapak presiden terpilih Joko Widodo pada tanggal 16 agustus kemarin di gedung DPR , beliau meminta ijin pada seluruh anggota DPR, Sesepuh negara bahkan masyarakat Indonesia secara keseluruhan untuk memindahkan ibu kota kita ke kalimantan.
Dengan adanya keputusan ini di masyarakat malah terjadi pro dan kontra besar-besaran. Mereka yang pro akan keputusan ini akan berpikir tentang kepadatan jakarta dengan notabe ibu kota yang minim air bersih dan rawan banjir. Sedangkan yang kontra terhadap putusan ini akan berpikir bahwa dampak dari pemindahan ibu kota ke kalimantan akan mengikis dan menambah beban hutan yang ada disana serta dampak lingkungan yang mungkin hampir sama dengan jakarta kedepannya.
Sebenarnya pemindahan ibu kota bukan lagi hal yang tabu dikarenakan rencana pemidahan ibu kota ini sudah disusun sejak presiden pertama soekarno yang ingin memisahkan antara pusat perekonomian dan pemerintahan . Di seluruh duni juga hal ini bukan hal yang baru lagi, Dikarenakan sudah banyak negara-negara yang melakukan pemindahan ibu kota. Ada yang dianggap berhasil dan ada juga yang tidak. Seperti halnya di amerika, pmindahan ibu kotanya dianggap berhasil. Berbeda halnya dengan Cambera ibu kota baru Australia menggantikan Sidney, pada hari sabtu dan minggu akan seperti kota mati,tidak ada yang lalu lalang.
Wacana tentang pemindahan ibu kota ini kembali di lemahkan dengan kurangnya narasi presiden tentang pemindahan ibu kota ini, seperti presiden belum mengajukan RUU yang berkaitan dengan pemindahan ibu kota dan dokumen” penting lainnya . Yang artinya rencana ini haya sekedar wacana saja.
Pemindahan ibu kota merupakan hal yang sangat memprihantinkan. Betapa tidak seperti yang dikatakan BAPPENAS bahwa pemindahan ibu kota ini memerlukan biaya sekitar 466 triliun rupiah, dan nominal ini merupak nominal yang sangat besar untuk negara kita walaupun presiden menggadang-gadang dengan 3 skema yaitu dana APBN, Kerja sama dengan pemerintah dan badan usaha dan juga oleh swasta tapi seperti yang kita ketahui bersama bahwa keuangan negara kita sedang tidak baik” saja, hal ini di buktikan pada april lalu kita memcatat rekor perdangan terburuk sepanjang sejarah, maka dari itu banyak kalangan yang sangat menentang rencana pemindahan ibu kota ini .
Tapi beberapa kalangan memang sangat mendesak pemindahan ibu kota karena dilihat dari aspek ibu kota jakarta sekrang ini yang mengalami penurunan atau penyusutan tanah setinggi +25 cm setiap tahunnya dikarenakan penghisapan air tanah yang legal maupun illegal, untuk saat ini jakarta memang berada pada krisis air bersih yang sudah sangat memprihatinkan. Hal ini di buktikan dengan survey yang dilakukan pada menara peninggalan belanda yang mengalami kemiringan hingga 5 derajat lantaran fondasi bangunan yang amblas karena tanah yang menopangnya mengalmi penurunan . Hal serupa terjadi di jakarta utara pada gedung pompa muara baru bahkan nyaris berada 2 meter dibawah permukaan laut. Sebenaranya sudah banyak upaya yang dilakukan pemerintah maupun warga sekitar, seperti warga jakarta utara telah membuat tanggul dari karung beras yang berisi pasir agar air laut tidak ,masuk ke kawasan rumah mereka, akan tetapi tetap saja tak ada perubahan, air laut sudah hampir melewati tanggul itu. Maka dari itu banyak kalangan yang mendesak pemindahan ibu kota segera.
Jakarta memang sangat memprihatinkan untuk saat ini tetapi hal ini juga masih perlu perlu kita pertimbangkan sekali lagi. Mulai dari dampak pemindahan ibu kota initerhadap lingkungan dan juga masyarakat sekitarny, serta perekonomian atau dan yang menunjang pemindahan ibu kota ini. Sudah siapkah kita?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar